Lewati ke konten utama

Ekuivalensi representasi

Kita sudah membahas tiga cara berbeda untuk merepresentasikan channel secara matematis, yaitu representasi Stinespring, representasi Kraus, dan representasi Choi. Kita juga punya definisi channel, yang menyatakan bahwa channel adalah pemetaan linear yang selalu mengubah matriks densitas menjadi matriks densitas, bahkan ketika channel diterapkan hanya pada sebagian dari sistem gabungan. Sisa pelajaran ini didedikasikan untuk bukti matematis bahwa ketiga representasi tersebut ekuivalen dan secara tepat menangkap definisi tersebut.

Ikhtisar pembuktian

Tujuan kita adalah membuktikan ekuivalensi dari sekumpulan empat pernyataan, dan kita akan mulai dengan menuliskannya secara tepat. Keempat pernyataan mengikuti konvensi yang sama yang telah digunakan sepanjang pelajaran, yaitu bahwa Φ\Phi adalah pemetaan linear dari matriks persegi ke matriks persegi, baris dan kolom matriks input telah ditempatkan sesuai dengan state klasik sistem X\mathsf{X} (sistem input), dan baris dan kolom matriks output telah ditempatkan sesuai dengan state klasik sistem Y\mathsf{Y} (sistem output).

  1. Φ\Phi adalah channel dari X\mathsf{X} ke Y.\mathsf{Y}. Artinya, Φ\Phi selalu mengubah matriks densitas menjadi matriks densitas, bahkan ketika ia bertindak pada satu bagian dari sistem gabungan yang lebih besar.

  2. Matriks Choi J(Φ)J(\Phi) adalah positif semidefinit dan memenuhi kondisi TrY(J(Φ))=IX.\operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}}(J(\Phi)) = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}.

  3. Ada representasi Kraus untuk Φ.\Phi. Artinya, ada matriks A0,,AN1A_0,\ldots,A_{N-1} yang membuat persamaan Φ(ρ)=k=0N1AkρAk\Phi(\rho) = \sum_{k = 0}^{N-1} A_k \rho A_k^{\dagger} berlaku untuk setiap input ρ,\rho, dan memenuhi kondisi k=0N1AkAk=IX.\sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}.

  4. Ada representasi Stinespring untuk Φ.\Phi. Artinya, ada sistem W\mathsf{W} dan G\mathsf{G} yang membuat pasangan (W,X)(\mathsf{W},\mathsf{X}) dan (G,Y)(\mathsf{G},\mathsf{Y}) memiliki jumlah state klasik yang sama, bersama dengan matriks uniter UU yang merepresentasikan operasi uniter dari (W,X)(\mathsf{W},\mathsf{X}) ke (G,Y),(\mathsf{G},\mathsf{Y}), sehingga Φ(ρ)=TrG(U(00ρ)U).\Phi(\rho) = \operatorname{Tr}_{\mathsf{G}}\bigl( U (\vert 0\rangle\langle 0 \vert \otimes \rho) U^{\dagger} \bigr).

Cara pembuktian bekerja adalah dengan membuktikan siklus implikasi: pernyataan pertama dalam daftar kita mengimplikasikan yang kedua, yang kedua mengimplikasikan yang ketiga, yang ketiga mengimplikasikan yang keempat, dan pernyataan keempat mengimplikasikan yang pertama. Ini membuktikan bahwa keempat pernyataan tersebut ekuivalen — artinya semuanya benar atau semuanya salah untuk pilihan Φ\Phi tertentu — karena implikasi dapat diikuti secara transitif dari satu pernyataan ke pernyataan lainnya.

Ini adalah strategi umum ketika membuktikan bahwa sekumpulan pernyataan ekuivalen, dan trik yang berguna dalam konteks seperti ini adalah menyusun implikasi dengan cara yang membuatnya semudah mungkin untuk dibuktikan. Itulah yang terjadi di sini — dan bahkan kita sudah menemui dua dari empat implikasi tersebut.

Channel ke matriks Choi

Mengacu pada pernyataan yang tercantum di atas berdasarkan nomornya, implikasi pertama yang perlu dibuktikan adalah 1 \Rightarrow 2. Implikasi ini sudah dibahas dalam konteks state Choi dari suatu channel. Di sini kita akan merangkum detail matematisnya.

Asumsikan bahwa himpunan state klasik dari sistem input X\mathsf{X} adalah Σ\Sigma dan misalkan n=Σ.n = \vert\Sigma\vert. Perhatikan situasi di mana Φ\Phi diterapkan pada yang kedua dari dua salinan X\mathsf{X} yang bersama-sama berada dalam state

ψ=1naΣaa,\vert \psi \rangle = \frac{1}{\sqrt{n}} \sum_{a \in \Sigma} \vert a \rangle \otimes \vert a \rangle,

yang, sebagai matriks densitas, diberikan oleh

ψψ=1na,bΣabab.\vert \psi \rangle \langle \psi \vert = \frac{1}{n} \sum_{a,b \in \Sigma} \vert a\rangle\langle b \vert \otimes \vert a\rangle\langle b \vert.

Hasilnya dapat ditulis sebagai

(IdΦ)(ψψ)=1na,b=0n1abΦ(ab)=J(Φ)n,(\operatorname{Id}\otimes \,\Phi) \bigl(\vert \psi \rangle \langle \psi \vert\bigr) = \frac{1}{n} \sum_{a,b = 0}^{n-1} \vert a\rangle\langle b \vert \otimes \Phi\bigl(\vert a\rangle\langle b \vert\bigr) = \frac{J(\Phi)}{n},

dan berdasarkan asumsi bahwa Φ\Phi adalah channel, ini harus menjadi matriks densitas. Seperti semua matriks densitas, ia harus positif semidefinit, dan mengalikan matriks positif semidefinit dengan bilangan real positif menghasilkan matriks positif semidefinit lainnya, dan oleh karena itu J(Φ)0.J(\Phi) \geq 0.

Lebih lanjut, dengan asumsi bahwa Φ\Phi adalah channel, ia harus melestarikan jejak, dan oleh karena itu

TrY(J(Φ))=a,bΣTr(Φ(ab))ab=a,bΣTr(ab)ab=aΣaa=IX.\begin{aligned} \operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}} (J(\Phi)) & = \sum_{a,b\in\Sigma} \operatorname{Tr}\bigl(\Phi( \vert a\rangle\langle b \vert)\bigr) \, \vert a\rangle\langle b \vert\\ & = \sum_{a,b\in\Sigma} \operatorname{Tr}\bigl(\vert a\rangle\langle b \vert\bigr) \, \vert a\rangle\langle b \vert\\ & = \sum_{a\in\Sigma} \vert a\rangle\langle a \vert\\ & = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}. \end{aligned}

Choi ke representasi Kraus

Implikasi kedua, lagi-lagi mengacu pada pernyataan dalam daftar kita berdasarkan nomornya, adalah 2 \Rightarrow 3. Untuk jelasnya, kita mengabaikan pernyataan lain — dan khususnya kita tidak bisa membuat asumsi bahwa Φ\Phi adalah channel. Satu-satunya yang kita miliki adalah bahwa Φ\Phi adalah pemetaan linear yang representasi Choi-nya memenuhi J(Φ)0J(\Phi) \geq 0 dan TrY(J(Φ))=IX.\operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}} (J(\Phi)) = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}.

Namun, ini saja sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa Φ\Phi memiliki representasi Kraus

Φ(ρ)=k=0N1AkρAk\Phi(\rho) = \sum_{k = 0}^{N-1} A_k \rho A_k^{\dagger}

yang memenuhi kondisi

k=0N1AkAk=IX\sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}

Kita mulai dengan asumsi yang sangat penting bahwa J(Φ)J(\Phi) adalah positif semidefinit, yang berarti kita bisa mengekspresikannya dalam bentuk

J(Φ)=k=0N1ψkψk(1)J(\Phi) = \sum_{k = 0}^{N-1} \vert \psi_k \rangle \langle \psi_k \vert \tag{1}

untuk beberapa cara memilih vektor ψ0,,ψN1.\vert\psi_0\rangle,\ldots,\vert\psi_{N-1}\rangle. Pada umumnya ada beberapa cara untuk melakukan ini — dan bahkan ini secara langsung mencerminkan kebebasan yang dimiliki dalam memilih representasi Kraus untuk Φ.\Phi.

Salah satu cara untuk mendapatkan ekspresi seperti itu adalah dengan pertama menggunakan teorema spektral untuk menulis

J(Φ)=k=0N1λkγkγk,J(\Phi) = \sum_{k = 0}^{N-1} \lambda_k \vert \gamma_k \rangle \langle \gamma_k \vert,

di mana λ0,,λN1\lambda_0,\ldots,\lambda_{N-1} adalah nilai eigen dari J(Φ)J(\Phi) (yang tentu saja merupakan bilangan real non-negatif karena J(Φ)J(\Phi) adalah positif semidefinit) dan γ0,,γN1\vert\gamma_0\rangle,\ldots,\vert\gamma_{N-1}\rangle adalah vektor eigen satuan yang bersesuaian dengan nilai eigen λ0,,λN1.\lambda_0,\ldots,\lambda_{N-1}.

Perhatikan bahwa, meskipun tidak ada kebebasan dalam memilih nilai eigen (kecuali bagaimana urutannya), ada kebebasan dalam pemilihan vektor eigen, terutama ketika ada nilai eigen dengan multiplisitas lebih dari satu. Jadi, ini bukan ekspresi unik dari J(Φ)J(\Phi) — kita hanya mengasumsikan kita punya satu ekspresi seperti itu. Terlepas dari itu, karena nilai eigen adalah bilangan real non-negatif, nilai tersebut memiliki akar kuadrat non-negatif, sehingga kita bisa memilih

ψk=λkγk\vert\psi_k\rangle = \sqrt{\lambda_k} \vert \gamma_k\rangle

untuk setiap k=0,,N1k = 0,\ldots,N-1 untuk mendapatkan ekspresi dalam bentuk (1).(1).

Namun, tidak harus bahwa ekspresi (1)(1) berasal dari dekomposisi spektral dengan cara ini, dan khususnya vektor ψ0,,ψN1\vert\psi_0\rangle,\ldots,\vert\psi_{N-1}\rangle tidak perlu ortogonal secara umum. Patut dicatat, meskipun demikian, bahwa kita bisa memilih vektor-vektor ini agar ortogonal jika kita mau — dan terlebih lagi kita tidak pernah perlu NN lebih besar dari nmnm (mengingat bahwa nn dan mm menandakan jumlah state klasik dari X\mathsf{X} dan Y,\mathsf{Y}, masing-masing).

Selanjutnya, masing-masing vektor ψ0,,ψN1\vert\psi_0\rangle,\ldots,\vert\psi_{N-1}\rangle dapat didekomposisi lebih lanjut sebagai

ψk=aΣaϕk,a,\vert\psi_k\rangle = \sum_{a\in\Sigma} \vert a\rangle \otimes \vert \phi_{k,a}\rangle,

di mana vektor {ϕk,a}\{ \vert \phi_{k,a}\rangle \} memiliki entri yang bersesuaian dengan state klasik dari Y\mathsf{Y} dan dapat ditentukan secara eksplisit oleh persamaan

ϕk,a=(aIY)ψk\vert \phi_{k,a}\rangle = \bigl( \langle a \vert \otimes \mathbb{I}_{\mathsf{Y}}\bigr) \vert \psi_k\rangle

untuk setiap aΣa\in\Sigma dan k=0,,N1.k=0,\ldots,N-1. Meskipun ψ0,,ψN1\vert\psi_0\rangle,\ldots,\vert\psi_{N-1}\rangle tidak harus vektor satuan, ini adalah proses yang sama yang kita gunakan untuk menganalisis apa yang akan terjadi jika pengukuran basis standar dilakukan pada sistem X\mathsf{X} dengan vektor state kuantum yang diberikan dari pasangan (X,Y).(\mathsf{X},\mathsf{Y}).

Dan sekarang kita sampai pada trik yang membuat bagian ini dari pembuktian berhasil. Kita mendefinisikan matriks Kraus A0,,AN1A_0,\ldots,A_{N-1} sesuai persamaan berikut.

Ak=aΣϕk,aaA_k = \sum_{a\in\Sigma} \vert \phi_{k,a}\rangle\langle a \vert

Kita bisa memikirkan rumus ini secara simbolis murni: a\vert a\rangle secara efektif dibalik menjadi a\langle a\vert dan dipindahkan ke sisi kanan, membentuk suatu matriks. Untuk keperluan memverifikasi pembuktian, rumusnya saja sudah cukup.

Namun, ada hubungan yang sederhana dan intuitif antara vektor ψk\vert\psi_k\rangle dan matriks Ak,A_k, yaitu dengan memvektorkan AkA_k kita mendapatkan ψk.\vert\psi_k\rangle. Yang dimaksud dengan memvektorkan AkA_k adalah menumpuk kolom-kolomnya satu di atas yang lain (dengan kolom paling kiri di atas dilanjutkan hingga yang paling kanan di bawah), untuk membentuk sebuah vektor. Misalnya, jika X\mathsf{X} dan Y\mathsf{Y} keduanya adalah Qubit, dan untuk beberapa pilihan kk kita punya

ψk=α0000+α0101+α1010+α1111=(α00α01α10α11),\begin{aligned} \vert\psi_k\rangle & = \alpha_{00} \vert 0\rangle \otimes \vert 0\rangle + \alpha_{01} \vert 0\rangle \otimes \vert 1\rangle + \alpha_{10} \vert 1\rangle \otimes \vert 0\rangle + \alpha_{11} \vert 1\rangle \otimes \vert 1\rangle\\[2mm] & = \begin{pmatrix} \alpha_{00} \\[1mm] \alpha_{01} \\[1mm] \alpha_{10} \\[1mm] \alpha_{11} \end{pmatrix}, \end{aligned}

maka

Ak=α0000+α0110+α1001+α1111=(α00α10α01α11).\begin{aligned} A_k & = \alpha_{00} \vert 0\rangle\langle 0\vert + \alpha_{01} \vert 1\rangle\langle 0\vert + \alpha_{10} \vert 0\rangle\langle 1\vert + \alpha_{11} \vert 1\rangle\langle 1\vert\\[2mm] & = \begin{pmatrix} \alpha_{00} & \alpha_{10}\\[1mm] \alpha_{01} & \alpha_{11} \end{pmatrix}. \end{aligned}

(Perhatian: kadang-kadang vektorisasi suatu matriks didefinisikan dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu baris-baris matriks ditranspose dan ditumpuk satu di atas yang lain untuk membentuk vektor kolom.)

Pertama kita akan memverifikasi bahwa pilihan matriks Kraus ini secara benar mendeskripsikan pemetaan Φ,\Phi, setelah itu kita akan memverifikasi kondisi lain yang diperlukan. Untuk membuatnya jelas, mari kita definisikan pemetaan baru Ψ\Psi sebagai berikut.

Ψ(ρ)=k=0N1AkρAk\Psi(\rho) = \sum_{k = 0}^{N-1} A_k \rho A_k^{\dagger}

Dengan demikian, tujuan kita adalah memverifikasi bahwa Ψ=Φ.\Psi = \Phi.

Cara kita melakukan ini adalah dengan membandingkan representasi Choi dari pemetaan-pemetaan ini. Representasi Choi adalah faithful, sehingga kita punya Ψ=Φ\Psi = \Phi jika dan hanya jika J(Φ)=J(Ψ).J(\Phi) = J(\Psi). Pada titik ini kita bisa langsung menghitung J(Ψ)J(\Psi) menggunakan ekspresi

ψk=aΣaϕk,aandAk=aΣϕk,aa\vert\psi_k\rangle = \sum_{a\in\Sigma} \vert a\rangle \otimes \vert \phi_{k,a}\rangle \quad\text{and}\quad A_k = \sum_{a\in\Sigma} \vert \phi_{k,a}\rangle\langle a \vert

bersama dengan bilinearitas produk tensor untuk menyederhanakan.

J(Ψ)=a,bΣabk=0N1AkabAk=a,bΣabk=0N1ϕk,aϕk,b=k=0N1(aΣaϕk,a)(bΣbϕk,b)=k=0N1ψkψk=J(Φ)\begin{aligned} J(\Psi) & = \sum_{a,b\in\Sigma} \vert a\rangle \langle b \vert \otimes \sum_{k = 0}^{N-1} A_k \vert a\rangle \langle b \vert A_k^{\dagger}\\[2mm] & = \sum_{a,b\in\Sigma} \vert a\rangle \langle b \vert \otimes \sum_{k = 0}^{N-1} \vert \phi_{k,a} \rangle \langle \phi_{k,b} \vert \\[2mm] & = \sum_{k = 0}^{N-1} \biggl(\sum_{a\in\Sigma} \vert a\rangle \otimes \vert \phi_{k,a} \rangle\biggr) \biggl(\sum_{b\in\Sigma} \langle b\vert \otimes \langle \phi_{k,b} \vert\biggr)\\[2mm] & = \sum_{k = 0}^{N-1} \vert \psi_k \rangle \langle \psi_k \vert \\[2mm] & = J(\Phi) \end{aligned}

Jadi, matriks Kraus kita secara benar mendeskripsikan Φ.\Phi.

Tersisa untuk memeriksa kondisi yang diperlukan pada A0,,AN1,A_0,\ldots,A_{N-1}, yang ternyata ekuivalen dengan asumsi TrY(J(Φ))=IX\operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}}(J(\Phi)) = \mathbb{I}_{\mathsf{X}} (yang belum kita gunakan). Yang akan kita tunjukkan adalah hubungan ini:

(k=0N1AkAk)T=TrY(J(Φ))(2)\Biggl( \sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k \Biggr)^{T} = \operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}}(J(\Phi)) \tag{2}

(di mana kita mengacu pada transpose matriks di sisi kiri).

Mulai dari kiri, kita bisa pertama mengamati bahwa

(k=0N1AkAk)T=(k=0N1a,bΣbϕk,bϕk,aa)T=k=0N1a,bΣϕk,bϕk,aab.\begin{aligned} \Biggl(\sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k\Biggr)^T & = \Biggl(\sum_{k = 0}^{N-1} \sum_{a,b\in\Sigma} \vert b \rangle \langle \phi_{k,b} \vert \phi_{k,a} \rangle \langle a \vert\Biggr)^T\\ & = \sum_{k = 0}^{N-1} \sum_{a,b\in\Sigma} \langle \phi_{k,b} \vert \phi_{k,a} \rangle \vert a \rangle \langle b \vert. \end{aligned}

Kesetaraan terakhir mengikuti dari fakta bahwa transpose adalah linear dan memetakan ba\vert b\rangle\langle a \vert ke ab.\vert a\rangle\langle b \vert.

Beralih ke sisi kanan persamaan kita, kita punya

J(Φ)=k=0N1ψkψk=k=0N1a,bΣabϕk,aϕk,bJ(\Phi) = \sum_{k = 0}^{N-1} \vert \psi_k\rangle\langle\psi_k \vert = \sum_{k = 0}^{N-1} \sum_{a,b\in\Sigma} \vert a\rangle \langle b \vert \otimes \vert\phi_{k,a}\rangle\langle \phi_{k,b} \vert

dan oleh karena itu

TrY(J(Φ))=k=0N1a,bΣTr(ϕk,aϕk,b)ab=k=0N1a,bΣϕk,bϕk,aab.\begin{aligned} \operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}}(J(\Phi)) & = \sum_{k = 0}^{N-1} \sum_{a,b\in\Sigma} \operatorname{Tr}\bigl(\vert\phi_{k,a}\rangle\langle \phi_{k,b} \vert \bigr)\, \vert a\rangle \langle b \vert\\ & = \sum_{k = 0}^{N-1} \sum_{a,b\in\Sigma} \langle \phi_{k,b} \vert \phi_{k,a} \rangle \vert a \rangle \langle b \vert. \end{aligned}

Kita mendapatkan hasil yang sama, dan oleh karena itu persamaan (2)(2) telah diverifikasi. Dari asumsi TrY(J(Φ))=IX,\operatorname{Tr}_{\mathsf{Y}} (J(\Phi)) = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}, maka

(k=0N1AkAk)T=IX\Biggl(\sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k\Biggr)^T = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}

dan oleh karena itu, karena matriks identitas adalah transposenya sendiri, kondisi yang diperlukan terpenuhi.

k=0N1AkAk=IX\sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}

Kraus ke representasi Stinespring

Sekarang misalkan kita punya representasi Kraus dari sebuah pemetaan

Φ(ρ)=k=0N1AkρAk\Phi(\rho) = \sum_{k = 0}^{N-1} A_k \rho A_k^{\dagger}

yang memenuhi

k=0N1AkAk=IX.\sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}.

Tujuan kita adalah menemukan representasi Stinespring untuk Φ.\Phi.

Yang pertama ingin kita lakukan adalah memilih sistem sampah G\mathsf{G} sehingga himpunan state klasiknya adalah {0,,N1}.\{0,\ldots,N-1\}. Namun agar (W,X)(\mathsf{W},\mathsf{X}) dan (G,Y)(\mathsf{G},\mathsf{Y}) punya ukuran yang sama, harus berlaku bahwa nn membagi mN,m N, sehingga kita bisa mengambil W\mathsf{W} dengan state klasik {0,,d1}\{0,\ldots,d-1\} untuk d=mN/n.d = mN/n.

Untuk pilihan n,n, m,m, dan NN yang sembarang, bisa saja mN/nmN/n bukan bilangan bulat, jadi kita tidak bebas memilih G\mathsf{G} sehingga himpunan state klasiknya adalah {0,,N1}.\{0,\ldots,N-1\}. Tapi kita selalu bisa menambah NN secara sembarang dalam representasi Kraus dengan memilih Ak=0A_k = 0 untuk berapapun nilai tambahan kk yang kita inginkan.

Jadi, jika kita secara diam-diam mengasumsikan bahwa mN/nmN/n adalah bilangan bulat, yang setara dengan NN merupakan kelipatan dari m/gcd(n,m),m/\operatorname{gcd}(n,m), maka kita bebas mengambil G\mathsf{G} sehingga himpunan state klasiknya adalah {0,,N1}.\{0,\ldots,N-1\}. Secara khusus, jika N=nm,N = nm, maka kita bisa mengambil W\mathsf{W} dengan m2m^2 state klasik.

Tinggal memilih U,U, dan kita akan melakukannya dengan mencocokkan pola berikut.

U=(A0??A1??AN1??)U = \begin{pmatrix} A_{0} & \fbox{?} & \cdots & \fbox{?} \\[1mm] A_{1} & \fbox{?} & \cdots & \fbox{?} \\[1mm] \vdots & \vdots & \ddots & \vdots\\[1mm] A_{N-1} & \fbox{?} & \cdots & \fbox{?} \end{pmatrix}

Untuk lebih jelasnya, pola ini dimaksudkan untuk menggambarkan matriks blok, di mana setiap blok (termasuk A0,,AN1A_{0},\ldots,A_{N-1} maupun blok-blok yang ditandai tanda tanya) punya mm baris dan nn kolom. Ada NN baris blok, yang berarti ada d=mN/nd = mN/n kolom blok.

Dalam bentuk yang lebih formal, kita akan mendefinisikan UU sebagai

U=k=0N1j=0d1kjMk,j=(M0,0M0,1M0,d1M1,0M1,1M1,d1MN1,0MN1,1MN1,d1)\begin{aligned} U & = \sum_{k=0}^{N-1} \sum_{j=0}^{d-1} \vert k \rangle \langle j \vert \otimes M_{k,j} \\[4mm] & = \begin{pmatrix} M_{0,0} & M_{0,1} & \cdots & M_{0,d-1} \\[1mm] M_{1,0} & M_{1,1} & \cdots & M_{1,d-1} \\[1mm] \vdots & \vdots & \ddots & \vdots\\[1mm] M_{N-1,0} & M_{N-1,1} & \cdots & M_{N-1,d-1} \end{pmatrix} \end{aligned}

di mana setiap matriks Mk,jM_{k,j} punya mm baris dan nn kolom, dan secara khusus kita ambil Mk,0=AkM_{k,0} = A_k untuk k=0,,N1.k = 0,\ldots,N-1.

Ini harus merupakan matriks uniter, dan blok-blok yang ditandai tanda tanya, atau ekuivalennya Mk,jM_{k,j} untuk j>0,j>0, harus dipilih dengan mempertimbangkan hal ini — tapi selain memungkinkan UU menjadi uniter, blok-blok yang ditandai tanda tanya tidak akan relevan untuk pembuktian.

Mari sejenak kita abaikan kekhawatiran bahwa UU adalah uniter dan fokus pada ekspresi

TrG(U(00Wρ)U)\operatorname{Tr}_{\mathsf{G}} \bigl( U (\vert 0\rangle \langle 0 \vert_{\mathsf{W}} \otimes \rho)U^{\dagger}\bigr)

yang menggambarkan state keluaran dari Y\mathsf{Y} dengan state masukan ρ\rho dari X\mathsf{X} untuk representasi Stinespring kita. Kita bisa menulis ulang

U(00ρ)U=U(0IW)ρ(0IW)U,U(\vert 0\rangle\langle 0 \vert \otimes \rho)U^{\dagger} = U(\vert 0\rangle\otimes\mathbb{I}_{\mathsf{W}}) \rho (\langle 0\vert \otimes \mathbb{I}_{\mathsf{W}}) U^{\dagger},

dan dari pilihan UU kita, terlihat bahwa

U(0IW)=k=0N1kAk.U(\vert 0\rangle\otimes\mathbb{I}_{\mathsf{W}}) = \sum_{k = 0}^{N-1} \vert k\rangle \otimes A_k.

Kita pun mendapatkan bahwa

U(00ρ)U=j,k=0N1kjAkρAj,U(\vert 0\rangle\langle 0 \vert \otimes \rho)U^{\dagger} = \sum_{j,k = 0}^{N-1} \vert k\rangle\langle j\vert \otimes A_k \rho A_j^{\dagger},

sehingga

TrG(U(00Wρ)U)=j,k=0N1Tr(kj)AkρAj=k=0N1AkρAk=Φ(ρ).\begin{aligned} \operatorname{Tr}_{\mathsf{G}} \bigl( U (\vert 0\rangle \langle 0 \vert_{\mathsf{W}} \otimes \rho) U^{\dagger}\bigr) & = \sum_{j,k = 0}^{N-1} \operatorname{Tr}\bigl(\vert k\rangle\langle j\vert\bigr) \, A_k \rho A_j^{\dagger} \\ & = \sum_{k = 0}^{N-1} A_k \rho A_k^{\dagger} \\ & = \Phi(\rho). \end{aligned}

Kita pun mendapatkan representasi yang benar untuk pemetaan Φ,\Phi, dan tinggal memverifikasi bahwa kita bisa memilih UU agar uniter.

Perhatikan nn kolom pertama dari UU saat dipilih sesuai pola di atas. Mengambil kolom-kolom tersebut saja, kita punya matriks blok

(A0A1AN1).\begin{pmatrix} A_0\\[1mm] A_1\\[1mm] \vdots\\[1mm] A_{N-1} \end{pmatrix}.

Ada nn kolom, satu untuk setiap state klasik dari X,\mathsf{X}, dan sebagai vektor mari kita namai kolom-kolom tersebut sebagai γa\vert \gamma_a \rangle untuk setiap aΣ.a\in\Sigma. Berikut formula untuk vektor-vektor ini yang bisa dicocokkan dengan representasi matriks blok di atas.

γa=k=0N1kAka\vert \gamma_a\rangle = \sum_{k = 0}^{N-1} \vert k\rangle \otimes A_k \vert a \rangle

Sekarang mari kita hitung hasil kali dalam antara dua vektor ini, yaitu yang bersesuaian dengan pilihan a,bΣa,b\in\Sigma yang sembarang.

γaγb=j,k=0N1kjaAkAjb=a(k=0N1AkAk)b\langle \gamma_a \vert \gamma_b \rangle = \sum_{j,k = 0}^{N-1} \langle k \vert j \rangle \, \langle a \vert A_k^{\dagger} A_j \vert b\rangle = \langle a \vert \Biggl( \sum_{k = 0}^{N-1} A_k^{\dagger} A_k \Biggr) \vert b\rangle

Berdasarkan asumsi

k=0m1AkAk=IX\sum_{k = 0}^{m-1} A_k^{\dagger} A_k = \mathbb{I}_{\mathsf{X}}

kita simpulkan bahwa nn vektor kolom {γa:aΣ}\{\vert\gamma_a\rangle\,:\,a\in\Sigma\} membentuk himpunan ortonormal:

γaγb={1a=b0ab\langle \gamma_a \vert \gamma_b \rangle = \begin{cases} 1 & a = b\\ 0 & a\neq b \end{cases}

untuk semua a,bΣ.a,b\in\Sigma.

Ini menunjukkan bahwa kita bisa melengkapi kolom-kolom UU yang tersisa agar menjadi matriks uniter. Secara khusus, proses ortogonalisasi Gram-Schmidt bisa digunakan untuk memilih kolom-kolom yang tersisa. Hal serupa pernah dilakukan dalam pelajaran Quantum circuits dari "Basics of quantum information" dalam konteks masalah diskriminasi state.

Representasi Stinespring kembali ke definisi

Implikasi terakhir adalah 4 \Rightarrow 1. Artinya, kita mengasumsikan bahwa kita punya operasi uniter yang mentransformasi sepasang sistem (W,X)(\mathsf{W},\mathsf{X}) menjadi sepasang sistem (G,Y),(\mathsf{G},\mathsf{Y}), dan tujuan kita adalah menyimpulkan bahwa pemetaan

Φ(ρ)=TrG(U(00Wρ)U)\Phi(\rho) = \operatorname{Tr}_{\mathsf{G}} \bigl( U (\vert 0\rangle \langle 0 \vert_{\mathsf{W}} \otimes \rho)U^{\dagger}\bigr)

adalah channel yang valid. Dari bentuknya, jelas bahwa Φ\Phi adalah linear, dan tinggal memverifikasi bahwa Φ\Phi selalu mentransformasi matriks densitas menjadi matriks densitas. Ini cukup mudah dan kita sudah membahas poin-poin kuncinya.

Secara khusus, jika kita mulai dengan matriks densitas σ\sigma dari sistem majemuk (Z,X),(\mathsf{Z},\mathsf{X}), lalu menambahkan sistem workspace tambahan W,\mathsf{W}, kita pasti akan mendapatkan matriks densitas. Jika kita mengurutkan ulang sistem (W,Z,X)(\mathsf{W},\mathsf{Z},\mathsf{X}) untuk kenyamanan, kita bisa menulis state ini sebagai

00Wσ.\vert 0\rangle\langle 0\vert_{\mathsf{W}} \otimes \sigma.

Kita kemudian menerapkan operasi uniter U,U, dan seperti yang sudah kita bahas ini adalah channel yang valid, sehingga memetakan matriks densitas ke matriks densitas. Akhirnya, jejak parsial dari matriks densitas adalah matriks densitas lainnya.

Cara lain untuk mengatakannya adalah dengan mengamati terlebih dahulu bahwa setiap hal berikut adalah channel yang valid:

  1. Menambahkan sistem workspace yang sudah diinisialisasi.
  2. Melakukan operasi uniter.
  3. Menjejaki keluar sebuah sistem.

Dan akhirnya, setiap komposisi channel adalah channel lainnya — yang langsung mengikuti dari definisi, tapi juga merupakan fakta yang layak diperhatikan tersendiri.

Ini melengkapi pembuktian implikasi terakhir, dan dengan demikian kita telah membuktikan kesetaraan keempat pernyataan yang tercantum di awal bagian ini.

Source: IBM Quantum docs — updated 4 Mei 2026
English version on doQumentation — updated 7 Mei 2026
This translation based on the English version of approx. 27 Mar 2026