Lewati ke konten utama

Simulasi kuantum

catatan

Yukio Kawashima (May 30, 2024)

Unduh pdf dari kuliah aslinya. Perlu diketahui bahwa beberapa cuplikan kode mungkin sudah usang karena berupa gambar statis.

Perkiraan waktu QPU untuk menjalankan eksperimen ini adalah 7 detik.

(Notebook ini sebagian besar diambil dari notebook tutorial yang kini sudah tidak digunakan lagi untuk Qiskit Algorithms.)

1. Pendahuluan

Sebagai teknik evolusi waktu riil, Trotterisasi terdiri dari penerapan berturut-turut satu atau lebih gate kuantum yang dipilih untuk mendekati evolusi waktu suatu sistem selama satu irisan waktu. Berdasarkan persamaan Schrödinger, evolusi waktu suatu sistem yang awalnya berada dalam keadaan ψ(0)\vert\psi(0)\rangle berbentuk:

ψ(t)=eiHtψ(0),\vert \psi(t) \rangle = e^{-i H t} \vert \psi(0) \rangle \text{,}

di mana HH adalah Hamiltonian yang tidak bergantung waktu yang mengatur sistem. Kita mempertimbangkan Hamiltonian yang dapat ditulis sebagai jumlah berbobot dari suku-suku Pauli H=jajPjH=\sum_j a_j P_j, dengan PjP_j mewakili hasil kali tensor dari suku-suku Pauli yang bekerja pada nn qubit. Secara khusus, suku-suku Pauli ini mungkin saling komut satu sama lain, atau mungkin tidak. Diberikan suatu keadaan pada waktu t=0t=0, bagaimana kita memperoleh keadaan sistem pada waktu selanjutnya ψ(t)|\psi(t)\rangle menggunakan komputer kuantum? Eksponen dari suatu operator paling mudah dipahami melalui deret Taylornya:

eiHt=1iHt12H2t2+...e^{-i H t} = 1-iHt-\frac{1}{2}H^2t^2+...

Beberapa eksponen yang sangat mendasar, seperti eiZe^{iZ}, dapat diimplementasikan dengan mudah pada komputer kuantum menggunakan sekumpulan gate kuantum yang ringkas. Sebagian besar Hamiltonian yang menarik tidak hanya memiliki satu suku, melainkan banyak suku. Perhatikan apa yang terjadi jika H=H1+H2H = H_1+H_2:

eiHt=1i(H1+H2)t12(H1+H2)2t2+...e^{-i H t} = 1-i(H_1+H_2)t-\frac{1}{2}(H_1+H_2)^2t^2+...

Ketika H1H_1 dan H2H_2 saling komut, kita mendapat kasus yang sudah familiar (yang juga berlaku untuk bilangan, dan variabel aa dan bb di bawah ini):

ei(a+b)t=eiateibte^{-i (a+b) t} = e^{-i a t}e^{-i b t}

Namun ketika operator-operator tidak saling komut, suku-suku tidak dapat disusun ulang dalam deret Taylor untuk disederhanakan dengan cara ini. Oleh karena itu, mengekspresikan Hamiltonian yang rumit dalam gate kuantum merupakan sebuah tantangan.

Salah satu solusinya adalah mempertimbangkan waktu tt yang sangat kecil, sehingga suku orde pertama dalam ekspansi Taylor mendominasi. Dengan asumsi tersebut:

ei(H1+H2)t1i(H1+H2)t(1iH1t)(1iH2t)eiH1teiH2te^{-i (H_1+H_2) t} \approx 1-i(H_1+H_2)t \approx (1-i H_1 t)(1-i H_2 t) \approx e^{-i H_1 t}e^{-i H_2 t}

Tentu saja, kita mungkin perlu mengevolusi keadaan kita untuk waktu yang lebih lama. Hal itu dilakukan dengan menggunakan banyak langkah kecil seperti itu. Proses ini disebut Trotterisasi:

ψ(t)(jeiajPjt/r)rψ(0),\vert \psi(t) \rangle \approx \left(\prod_j e^{-i a_j P_j t/r} \right)^r \vert\psi(0) \rangle \text{,}

Di sini t/rt/r adalah irisan waktu (langkah evolusi) yang kita pilih. Hasilnya, sebuah gate diterapkan sebanyak rr kali. Langkah waktu yang lebih kecil menghasilkan aproksimasi yang lebih akurat. Namun, ini juga menghasilkan Circuit yang lebih dalam yang, dalam praktiknya, menyebabkan lebih banyak akumulasi kesalahan (suatu kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan pada perangkat kuantum masa kini).

Hari ini, kita akan mempelajari evolusi waktu dari model Ising pada kisi linier dengan N=2N=2 dan N=6N=6 situs. Kisi-kisi ini terdiri dari susunan spin σi\sigma_i yang hanya berinteraksi dengan tetangga terdekatnya. Spin-spin ini dapat memiliki dua orientasi: \uparrow dan \downarrow, yang masing-masing bersesuaian dengan magnetisasi +1+1 dan 1-1.

H=Ji=0N2ZiZi+1hi=0N1Xi,H = - J \sum_{i=0}^{N-2} Z_i Z_{i+1} - h \sum_{i=0}^{N-1} X_i \text{,}

di mana JJ menggambarkan energi interaksi, dan hh besarnya medan eksternal (dalam arah x di atas, namun kita akan memodifikasinya). Mari kita tulis ekspresi ini menggunakan matriks Pauli, dengan mempertimbangkan bahwa medan eksternal membentuk sudut α\alpha terhadap arah transversal,

H=Ji=0N2ZiZi+1hi=0N1(sinαZi+cosαXi).H = -J \sum_{i=0}^{N-2} Z_i Z_{i+1} -h \sum_{i=0}^{N-1} (\sin\alpha Z_i + \cos\alpha X_i) \text{.}

Hamiltonian ini berguna karena memungkinkan kita untuk dengan mudah mempelajari efek medan eksternal. Dalam basis komputasi, sistem akan dikodekan sebagai berikut:

Keadaan kuantumRepresentasi spin
0000\lvert 0 0 0 0 \rangle\uparrow\uparrow\uparrow\uparrow
1000\lvert 1 0 0 0 \rangle\downarrow\uparrow\uparrow\uparrow
\ldots\ldots
1111\lvert 1 1 1 1 \rangle\downarrow\downarrow\downarrow\downarrow

Kita akan mulai menyelidiki evolusi waktu dari sistem kuantum seperti ini. Lebih spesifiknya, kita akan memvisualisasikan evolusi waktu dari beberapa sifat sistem seperti magnetisasi.

1.1 Persyaratan

Sebelum memulai tutorial ini, pastikan kamu sudah menginstal hal-hal berikut:

  • Qiskit SDK v1.2 atau yang lebih baru ( pip install qiskit )
  • Qiskit Runtime v0.30 atau yang lebih baru ( pip install qiskit-ibm-runtime )
  • Numpy v1.24.1 atau yang lebih baru < 2 ( pip install numpy )

1.2 Impor pustaka

Perlu diketahui bahwa beberapa pustaka yang mungkin berguna (MatrixExponential, QDrift) disertakan meskipun tidak digunakan dalam notebook ini. Kamu bisa mencobanya jika punya waktu!

# Added by doQumentation — required packages for this notebook
!pip install -q matplotlib numpy qiskit qiskit-ibm-runtime
# Check the version of Qiskit
import qiskit

qiskit.__version__
'2.0.2'
# Import the qiskit library
import numpy as np
import matplotlib.pylab as plt
import warnings

from qiskit import QuantumCircuit
from qiskit.circuit.library import PauliEvolutionGate
from qiskit.primitives import StatevectorEstimator
from qiskit.quantum_info import Statevector, SparsePauliOp
from qiskit.synthesis import (
SuzukiTrotter,
LieTrotter,
)
from qiskit.transpiler.preset_passmanagers import generate_preset_pass_manager

from qiskit_ibm_runtime import QiskitRuntimeService, SamplerV2

warnings.filterwarnings("ignore")

2. Memetakan masalah

2.1 Mendefinisikan Hamiltonian Ising medan transversal

Di sini kita mempertimbangkan model Ising medan transversal 1-D.

Pertama, kita akan membuat fungsi yang menerima parameter sistem NN, JJ, hh dan α\alpha, dan mengembalikan Hamiltonian kita sebagai SparsePauliOp. SparsePauliOp adalah representasi sparse dari operator dalam bentuk suku-suku Pauli berbobot.

def get_hamiltonian(nqubits, J, h, alpha):
# List of Hamiltonian terms as 3-tuples containing
# (1) the Pauli string,
# (2) the qubit indices corresponding to the Pauli string,
# (3) the coefficient.
ZZ_tuples = [("ZZ", [i, i + 1], -J) for i in range(0, nqubits - 1)]
Z_tuples = [("Z", [i], -h * np.sin(alpha)) for i in range(0, nqubits)]
X_tuples = [("X", [i], -h * np.cos(alpha)) for i in range(0, nqubits)]

# We create the Hamiltonian as a SparsePauliOp, via the method
# `from_sparse_list`, and multiply by the interaction term.
hamiltonian = SparsePauliOp.from_sparse_list(
[*ZZ_tuples, *Z_tuples, *X_tuples], num_qubits=nqubits
)
return hamiltonian.simplify()

Definisikan Hamiltonian

Sistem yang kita pertimbangkan sekarang memiliki ukuran N=6N=6, J=0.2J=0.2, h=1.2h=1.2 dan α=π8.0\alpha=\frac{\pi}{8.0} sebagai contoh.

n_qubits = 6

hamiltonian = get_hamiltonian(nqubits=n_qubits, J=0.2, h=1.2, alpha=np.pi / 8.0)
hamiltonian
SparsePauliOp(['IIIIZZ', 'IIIZZI', 'IIZZII', 'IZZIII', 'ZZIIII', 'IIIIIZ', 'IIIIZI', 'IIIZII', 'IIZIII', 'IZIIII', 'ZIIIII', 'IIIIIX', 'IIIIXI', 'IIIXII', 'IIXIII', 'IXIIII', 'XIIIII'],
coeffs=[-0.2 +0.j, -0.2 +0.j, -0.2 +0.j, -0.2 +0.j,
-0.2 +0.j, -0.45922012+0.j, -0.45922012+0.j, -0.45922012+0.j,
-0.45922012+0.j, -0.45922012+0.j, -0.45922012+0.j, -1.10865544+0.j,
-1.10865544+0.j, -1.10865544+0.j, -1.10865544+0.j, -1.10865544+0.j,
-1.10865544+0.j])

2.2 Atur parameter simulasi evolusi waktu

Di sini kita akan mempertimbangkan tiga teknik Trotterisasi yang berbeda:

  • Lie–Trotter (orde pertama)
  • Suzuki–Trotter orde kedua
  • Suzuki–Trotter orde keempat

Dua teknik terakhir akan digunakan dalam latihan, dan di lampiran.

num_timesteps = 60
evolution_time = 30.0
dt = evolution_time / num_timesteps
product_formula_lt = LieTrotter()
product_formula_st2 = SuzukiTrotter(order=2)
product_formula_st4 = SuzukiTrotter(order=4)

2.3 Siapkan Circuit kuantum 1 (Keadaan awal)

Buat keadaan awal. Di sini kita akan mulai dengan konfigurasi spin \uparrow\uparrow\downarrow\downarrow\uparrow\uparrow .

initial_circuit = QuantumCircuit(n_qubits)
initial_circuit.prepare_state("001100")
# Change reps and see the difference when you decompose the circuit
initial_circuit.decompose(reps=1).draw("mpl")

Output of the previous code cell

2.4 Siapkan Circuit kuantum 2 (Circuit tunggal untuk evolusi waktu)

Di sini kita membangun sebuah Circuit untuk satu langkah waktu menggunakan Lie–Trotter.

Formula produk Lie (orde pertama) diimplementasikan dalam kelas LieTrotter. Formula orde pertama terdiri dari aproksimasi yang disebutkan dalam pendahuluan, di mana eksponen matriks dari suatu jumlah didekati dengan hasil kali eksponen matriks:

eH1+H2eH1eH2e^{H_1+H_2} \approx e^{H_1} e^{H_2}

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Circuit yang sangat dalam mengakibatkan akumulasi kesalahan, dan menyebabkan masalah bagi komputer kuantum masa kini. Karena gate dua-qubit memiliki tingkat kesalahan yang lebih tinggi daripada gate satu-qubit, kuantitas yang sangat penting adalah kedalaman Circuit dua-qubit. Yang benar-benar penting adalah kedalaman Circuit dua-qubit setelah transpilasi (karena itulah Circuit yang sebenarnya dieksekusi oleh komputer kuantum). Namun mari kita biasakan menghitung operasi untuk Circuit ini, bahkan sekarang menggunakan simulator.

single_step_evolution_gates_lt = PauliEvolutionGate(
hamiltonian, dt, synthesis=product_formula_lt
)
single_step_evolution_lt = QuantumCircuit(n_qubits)
single_step_evolution_lt.append(
single_step_evolution_gates_lt, single_step_evolution_lt.qubits
)

print(
f"""
Trotter step with Lie-Trotter
-----------------------------
Depth: {single_step_evolution_lt.decompose(reps=3).depth()}
Gate count: {len(single_step_evolution_lt.decompose(reps=3))}
Nonlocal gate count: {single_step_evolution_lt.decompose(reps=3).num_nonlocal_gates()}
Gate breakdown: {", ".join([f"{k.upper()}: {v}" for k, v in single_step_evolution_lt.decompose(reps=3).count_ops().items()])}
"""
)
single_step_evolution_lt.decompose(reps=3).draw("mpl", fold=-1)
Trotter step with Lie-Trotter
-----------------------------
Depth: 17
Gate count: 27
Nonlocal gate count: 10
Gate breakdown: U3: 12, CX: 10, U1: 5

Output of the previous code cell

2.5 Atur operator yang akan diukur

Mari kita definisikan operator magnetisasi iZi/N\sum_i \langle Z_i \rangle / N, dan operator korelasi spin rata-rata iZiZi+1/(N1)\sum_i \langle Z_i Z_{i+1} \rangle/ (N - 1).

magnetization = (
SparsePauliOp.from_sparse_list(
[("Z", [i], 1.0) for i in range(0, n_qubits)], num_qubits=n_qubits
)
/ n_qubits
)
correlation = SparsePauliOp.from_sparse_list(
[("ZZ", [i, i + 1], 1.0) for i in range(0, n_qubits - 1)], num_qubits=n_qubits
) / (n_qubits - 1)
print("magnetization : ", magnetization)
print("correlation : ", correlation)
magnetization :  SparsePauliOp(['IIIIIZ', 'IIIIZI', 'IIIZII', 'IIZIII', 'IZIIII', 'ZIIIII'],
coeffs=[0.16666667+0.j, 0.16666667+0.j, 0.16666667+0.j, 0.16666667+0.j,
0.16666667+0.j, 0.16666667+0.j])
correlation : SparsePauliOp(['IIIIZZ', 'IIIZZI', 'IIZZII', 'IZZIII', 'ZZIIII'],
coeffs=[0.2+0.j, 0.2+0.j, 0.2+0.j, 0.2+0.j, 0.2+0.j])

2.6 Lakukan simulasi evolusi waktu

Kita akan memantau energi (nilai ekspektasi Hamiltonian), magnetisasi (nilai ekspektasi operator magnetisasi), dan korelasi spin rata-rata (nilai ekspektasi operator korelasi spin rata-rata). Primitif StatevectorEstimator (EstimatorV2) dari Qiskit mengestimasi nilai ekspektasi dari observabel, ψO^ψ\langle\psi\vert\hat{O}\vert\psi\rangle.

# Initiate the circuit
evolved_state = QuantumCircuit(initial_circuit.num_qubits)
# Start from the initial spin configuration
evolved_state.append(initial_circuit, evolved_state.qubits)
# Initiate Estimator (V2)
estimator = StatevectorEstimator()
# Set number of shots
shots = 10000
# Translate the precision required from the number of shots
precision = np.sqrt(1 / shots)
energy_list = []
mag_list = []
corr_list = []
# Estimate expectation values for t=0.0
job = estimator.run(
[(evolved_state, [hamiltonian, magnetization, correlation])], precision=precision
)
# Get estimated expectation values
evs = job.result()[0].data.evs
energy_list.append(evs[0])
mag_list.append(evs[1])
corr_list.append(evs[2])
# Start time evolution
for n in range(num_timesteps):
# Expand the circuit to describe delta-t
evolved_state.append(single_step_evolution_gates_lt, evolved_state.qubits)
# Estimate expectation values at delta-t
job = estimator.run(
[(evolved_state, [hamiltonian, magnetization, correlation])],
precision=precision,
)
# Retrieve results (expectation values)
evs = job.result()[0].data.evs
energy_list.append(evs[0])
mag_list.append(evs[1])
corr_list.append(evs[2])
# Transform the list of expectation values (at each time step) to arrays
energy_array = np.array(energy_list)
mag_array = np.array(mag_list)
corr_array = np.array(corr_list)

2.7 Plot evolusi waktu dari observabel

Kita memplot nilai ekspektasi yang kita ukur terhadap waktu.

fig, axes = plt.subplots(3, sharex=True)
times = np.linspace(0, evolution_time, num_timesteps + 1) # includes initial state
axes[0].plot(
times,
energy_array,
label="First order",
marker="x",
c="darkmagenta",
ls="-",
lw=0.8,
)
axes[1].plot(
times, mag_array, label="First order", marker="x", c="darkmagenta", ls="-", lw=0.8
)
axes[2].plot(
times, corr_array, label="First order", marker="x", c="darkmagenta", ls="-", lw=0.8
)
axes[0].set_ylabel("Energy")
axes[1].set_ylabel("Magnetization")
axes[2].set_ylabel("Mean spin correlation")
axes[2].set_xlabel("Time")
fig.suptitle("Observable evolution")
Text(0.5, 0.98, 'Observable evolution')

Output of the previous code cell

3. Latihan 1. Lakukan simulasi menggunakan Suzuki–Trotter orde kedua

Sekarang mari kita coba melakukan simulasi dengan Suzuki–Trotter orde kedua mengikuti contoh Lie–Trotter yang ditunjukkan di atas.

Suzuki-Trotter orde kedua dapat digunakan di Qiskit melalui kelas SuzukiTrotter. Menggunakan formula ini, dekomposisi orde kedua adalah:

eH1+H2eH1/2eH2eH1/2e^{H_1+H_2} \approx e^{H_1/2}e^{H_2}e^{H_1/2}

3.1 Bangun Circuit untuk satu langkah waktu

Gunakan product_formula_st2 (SuzukiTrotter(order=2)) dan bangun Circuit untuk satu langkah waktu menggunakan Suzuki–Trotter orde kedua. Hitung juga jumlah gate dan kedalaman Circuit serta bandingkan dengan Lie–Trotter.

# Modify the line below (Use PauliEvolutionGate)
single_step_evolution_gates_st2 = PauliEvolutionGate(
hamiltonian, dt, synthesis=product_formula_st2
)
single_step_evolution_st2 = QuantumCircuit(n_qubits)
single_step_evolution_st2.append(
single_step_evolution_gates_st2, single_step_evolution_st2.qubits
)
# Let us print some stats
print(
f"""
Trotter step with second-order Suzuki-Trotter
-----------------------------
Depth: {single_step_evolution_st2.decompose(reps=3).depth()}
Gate count: {len(single_step_evolution_st2.decompose(reps=3))}
Nonlocal gate count: {single_step_evolution_st2.decompose(reps=3).num_nonlocal_gates()}
Gate breakdown: {", ".join([f"{k.upper()}: {v}" for k, v in single_step_evolution_st2.decompose(reps=3).count_ops().items()])}
"""
)
single_step_evolution_st2.decompose(reps=2).draw("mpl", fold=-1)
Trotter step with second-order Suzuki-Trotter
-----------------------------
Depth: 34
Gate count: 53
Nonlocal gate count: 20
Gate breakdown: U3: 23, CX: 20, U1: 10

Output of the previous code cell

3.2 Lakukan simulasi evolusi waktu

Lakukan evolusi waktu menggunakan Suzuki–Trotter orde kedua.

# Initiate the circuit
evolved_state = QuantumCircuit(initial_circuit.num_qubits)
# Start from the initial spin configuration
evolved_state.append(initial_circuit, evolved_state.qubits)
# Initiate Estimator (V2)
estimator = StatevectorEstimator()
# Set number of shots
shots = 10000
# Translate the precision required from the number of shots
precision = np.sqrt(1 / shots)
energy_list_st2 = []
mag_list_st2 = []
corr_list_st2 = []
# Estimate expectation values for t=0.0
job = estimator.run(
[(evolved_state, [hamiltonian, magnetization, correlation])], precision=precision
)
# Get estimated expectation values
evs = job.result()[0].data.evs
energy_list_st2.append(evs[0])
mag_list_st2.append(evs[1])
corr_list_st2.append(evs[2])
# Start time evolution
for n in range(num_timesteps):
# Expand the circuit to describe delta-t
evolved_state.append(single_step_evolution_gates_st2, evolved_state.qubits)
# Estimate expectation values at delta-t
job = estimator.run(
[(evolved_state, [hamiltonian, magnetization, correlation])],
precision=precision,
)
# Retrieve results (expectation values)
evs = job.result()[0].data.evs
energy_list_st2.append(evs[0])
mag_list_st2.append(evs[1])
corr_list_st2.append(evs[2])
# Transform the list of expectation values (at each time step) to arrays
energy_array_st2 = np.array(energy_list_st2)
mag_array_st2 = np.array(mag_list_st2)
corr_array_st2 = np.array(corr_list_st2)

3.3 Plot hasil Suzuki–Trotter orde kedua

axes[0].plot(
times,
energy_array_st2,
label="Second Order",
marker="x",
c="limegreen",
ls="-",
lw=0.8,
)
axes[1].plot(
times,
mag_array_st2,
label="Second Order",
marker="x",
c="limegreen",
ls="-",
lw=0.8,
)
axes[2].plot(
times,
corr_array_st2,
label="Second Order",
marker="x",
c="limegreen",
ls="-",
lw=0.8,
)

# Replace the legend
# legend.remove()
legend = fig.legend(
*axes[0].get_legend_handles_labels(),
bbox_to_anchor=(1.0, 0.5),
loc="center left",
framealpha=0.5,
)
fig

Output of the previous code cell

3.4 Bandingkan dengan hasil eksak

Data di bawah ini adalah hasil eksak yang sudah dihitung sebelumnya dari komputer klasik.

exact_times = np.array(
[
0.0,
0.3,
0.6,
0.8999999999999999,
1.2,
1.5,
1.7999999999999998,
2.1,
2.4,
2.6999999999999997,
3.0,
3.3,
3.5999999999999996,
3.9,
4.2,
4.5,
4.8,
5.1,
5.3999999999999995,
5.7,
6.0,
6.3,
6.6,
6.8999999999999995,
7.199999999999999,
7.5,
7.8,
8.1,
8.4,
8.7,
9.0,
9.299999999999999,
9.6,
9.9,
10.2,
10.5,
10.799999999999999,
11.1,
11.4,
11.7,
12.0,
12.299999999999999,
12.6,
12.9,
13.2,
13.5,
13.799999999999999,
14.1,
14.399999999999999,
14.7,
15.0,
15.299999999999999,
15.6,
15.899999999999999,
16.2,
16.5,
16.8,
17.099999999999998,
17.4,
17.7,
18.0,
18.3,
18.599999999999998,
18.9,
19.2,
19.5,
19.8,
20.099999999999998,
20.4,
20.7,
21.0,
21.3,
21.599999999999998,
21.9,
22.2,
22.5,
22.8,
23.099999999999998,
23.4,
23.7,
24.0,
24.3,
24.599999999999998,
24.9,
25.2,
25.5,
25.8,
26.099999999999998,
26.4,
26.7,
27.0,
27.3,
27.599999999999998,
27.9,
28.2,
28.5,
28.799999999999997,
29.099999999999998,
29.4,
29.7,
30.0,
]
)
exact_energy = np.array(
[
-1.1184402376762155,
-1.1184402376762157,
-1.1184402376762157,
-1.1184402376762148,
-1.1184402376762153,
-1.1184402376762155,
-1.1184402376762148,
-1.118440237676216,
-1.118440237676216,
-1.1184402376762166,
-1.1184402376762148,
-1.118440237676216,
-1.1184402376762153,
-1.1184402376762148,
-1.118440237676217,
-1.118440237676215,
-1.1184402376762161,
-1.1184402376762157,
-1.118440237676217,
-1.1184402376762161,
-1.1184402376762137,
-1.1184402376762161,
-1.1184402376762161,
-1.118440237676218,
-1.1184402376762155,
-1.1184402376762166,
-1.1184402376762155,
-1.1184402376762137,
-1.1184402376762186,
-1.1184402376762215,
-1.1184402376762148,
-1.118440237676216,
-1.1184402376762166,
-1.1184402376762148,
-1.1184402376762121,
-1.1184402376762166,
-1.1184402376762181,
-1.1184402376762137,
-1.1184402376762148,
-1.1184402376762193,
-1.1184402376762108,
-1.1184402376762144,
-1.118440237676217,
-1.1184402376762197,
-1.1184402376762153,
-1.1184402376762161,
-1.1184402376762184,
-1.1184402376762126,
-1.118440237676214,
-1.118440237676214,
-1.1184402376762161,
-1.118440237676212,
-1.1184402376762164,
-1.118440237676217,
-1.1184402376762121,
-1.1184402376762157,
-1.1184402376762212,
-1.1184402376762217,
-1.1184402376762206,
-1.118440237676222,
-1.1184402376762166,
-1.118440237676212,
-1.1184402376762137,
-1.11844023767622,
-1.1184402376762206,
-1.118440237676219,
-1.1184402376762153,
-1.1184402376762164,
-1.118440237676209,
-1.1184402376762144,
-1.1184402376762161,
-1.118440237676216,
-1.1184402376762173,
-1.118440237676214,
-1.1184402376762093,
-1.1184402376762184,
-1.1184402376762126,
-1.118440237676213,
-1.1184402376762195,
-1.1184402376762095,
-1.1184402376762075,
-1.1184402376762197,
-1.1184402376762141,
-1.1184402376762146,
-1.1184402376762184,
-1.118440237676218,
-1.1184402376762224,
-1.118440237676219,
-1.118440237676218,
-1.1184402376762206,
-1.1184402376762168,
-1.118440237676221,
-1.118440237676218,
-1.1184402376762148,
-1.1184402376762106,
-1.1184402376762173,
-1.118440237676216,
-1.118440237676216,
-1.1184402376762113,
-1.1184402376762275,
-1.1184402376762195,
]
)
exact_magnetization = np.array(
[
0.3333333333333333,
0.26316769633415005,
0.0912947227110664,
-0.09317712543141576,
-0.20391854332115245,
-0.19318196655046493,
-0.06411527074401464,
0.12558269854206197,
0.28252754464640606,
0.3264196194042506,
0.2361586169847769,
0.060894367906122224,
-0.10842387093076275,
-0.18636359582538073,
-0.1338364343947887,
0.020284606520827753,
0.19151142743926025,
0.2905341647678381,
0.2723014646745304,
0.15147481733047252,
-0.008179102877790292,
-0.1242999208732406,
-0.1372529247781061,
-0.04083616185958952,
0.11066094926716476,
0.23140661570567636,
0.2587109403786205,
0.1868237670027325,
0.061201779383143744,
-0.051391248969654205,
-0.09843899603365061,
-0.061297056158849166,
0.04199010081939773,
0.15861461430963147,
0.22336830674799552,
0.20179555623336537,
0.11407111438609417,
0.01609419104778282,
-0.04239611796730001,
-0.04249123521065924,
0.008850291714888112,
0.08780898151558082,
0.1561486776507056,
0.17627348772811832,
0.13870676179652253,
0.07205869195282538,
0.018300003064909465,
0.0001095640839572417,
0.015157929316037586,
0.05077755280969454,
0.09245534457650838,
0.12206907551110702,
0.12284950557969157,
0.09570215398601932,
0.06294378255078983,
0.045503313813986014,
0.043389819499542556,
0.046725117769796744,
0.054956411358382404,
0.0713814528253614,
0.08743689703248492,
0.08951216359166674,
0.07878386475305985,
0.06955669116405788,
0.06639892435963689,
0.05890378761746903,
0.04541796525844558,
0.0414221088331947,
0.05499634106912299,
0.07409418836014572,
0.08371859070160165,
0.08211623987959302,
0.07615055161378328,
0.06702584458783024,
0.051891407742740085,
0.038049378383635625,
0.03825614149768043,
0.054183218463525695,
0.0753534475741016,
0.08853147112587295,
0.08767917178542013,
0.07709383184439536,
0.06308595032042386,
0.0498812359204284,
0.04299040064096167,
0.04769159891460652,
0.06483569572288776,
0.08698035745435016,
0.10047391641776235,
0.09747255683203637,
0.08098863187287358,
0.05959496723987331,
0.04383882265040485,
0.04232138798062125,
0.05720514169944535,
0.08201306299870219,
0.10274898262000469,
0.10707552455080133,
0.09210856128265357,
0.06379922105742579,
0.03624325103307953,
]
)
exact_correlation = np.array(
[
0.2,
0.1247704225763532,
0.01943938494098705,
0.03854917181332821,
0.11196616231067426,
0.0906546700356683,
0.01629373561896267,
0.011352652889791095,
0.0636185676540077,
0.09543834437789013,
0.10058518161011307,
0.11829217731417431,
0.1397812224038133,
0.12316460402216707,
0.08541383059335775,
0.06144846844403662,
0.020246372880505827,
-0.02693683090021662,
0.003919250903281282,
0.1117419430168554,
0.19676155181256794,
0.18594408880783336,
0.1002673802566004,
0.03821525827438024,
0.04485205090247377,
0.05348102743040269,
0.03160026140008638,
0.033437649060464834,
0.10486939975320728,
0.20249469538955758,
0.19735507621013149,
0.0553097261765083,
-0.04889114490131667,
0.011685690974970964,
0.11705971535823065,
0.11681165998194759,
0.06637091239560744,
0.10936684225958895,
0.20225454101061405,
0.16284420833341812,
-0.0025823294931362067,
-0.0763416631752919,
0.02985268630418397,
0.15234468006771007,
0.14606385406970995,
0.0935341856492092,
0.12325421854361143,
0.17130422930386324,
0.10383730044042278,
-0.031333159406547614,
-0.05241572078596815,
0.07722509925347705,
0.17642188574256007,
0.12765340239966838,
0.06309968945093776,
0.11574687130499339,
0.16978282647206913,
0.0736143632571229,
-0.05356602733119409,
-0.0009649396796768892,
0.15921620111869142,
0.17760366431811037,
0.04736297330213485,
0.012122870263181897,
0.13268065586830521,
0.1728473023503636,
0.03999259331072221,
-0.036997053070222885,
0.06951528580242439,
0.1769169993516561,
0.12290448295710298,
0.012897784654866427,
0.02859435620982225,
0.12895847695150875,
0.13629536955485938,
0.05394621059822597,
0.02298040588184324,
0.07036499900317271,
0.11706448623132719,
0.10435285842074606,
0.055721236329964965,
0.04676334743672697,
0.08417924910022263,
0.10611161955304965,
0.089304171047322,
0.06098589533081194,
0.06314519797488709,
0.09431492621892917,
0.09667836915967139,
0.0651298357290882,
0.05176966009147416,
0.06727229484222669,
0.08871788283607947,
0.09907054249093444,
0.09785167773502176,
0.09277216140054353,
0.07520999642062785,
0.05894392248382922,
0.07236135251622376,
0.08608284185200156,
0.07282922961856123,
]
)
axes[0].plot(exact_times, exact_energy, c="k", ls=":", label="Exact")
axes[1].plot(exact_times, exact_magnetization, c="k", ls=":", label="Exact")
axes[2].plot(exact_times, exact_correlation, c="k", ls=":", label="Exact")
# Replace the legend
legend.remove()
# Select the labels of only the first axis
legend = fig.legend(
*axes[0].get_legend_handles_labels(),
bbox_to_anchor=(1.0, 0.5),
loc="center left",
framealpha=0.5,
)
fig.tight_layout()
fig

Output of the previous code cell

4. Eksekusi pada perangkat keras kuantum

Selanjutnya kita jalankan simulasi evolusi-waktu pada perangkat keras kuantum. Kita akan bekerja dengan masalah yang lebih kecil, ukuran kisi N=2. Kita memvariasikan parameter α\alpha dan melihat perbedaan dinamika fungsi gelombang.

4.1 Langkah 1. Pemetaan input klasik ke masalah kuantum

Pilih pengaturan awal simulasi:

n_qubits_2 = 2
dt_2 = 1.6
product_formula = LieTrotter(reps=1)

Kemudian tetapkan Circuit awal:

Konfigurasi spin awal adalah "down-up"

# We prepare an initial state ↓↑ (10).
# Note that Statevector and SparsePauliOp interpret the qubits from right to left
initial_circuit_2 = QuantumCircuit(n_qubits_2)
initial_circuit_2.prepare_state("10")
# Change reps and see the difference when you decompose the circuit
initial_circuit_2.decompose(reps=1).draw("mpl")

Output of the previous code cell

Sekarang hitung nilai referensi menggunakan simulator statevector ideal.

bar_width = 0.1
# initial_state = Statevector.from_label("10")
final_time = 1.6
eps = 1e-5

# We create the list of angles in radians, with a small epsilon
# the exactly longitudinal field, which would present no dynamics at all
alphas = np.linspace(-np.pi / 2 + eps, np.pi / 2 - eps, 5)

for i, alpha in enumerate(alphas):
evolved_state_2 = QuantumCircuit(initial_circuit_2.num_qubits)
evolved_state_2.append(initial_circuit_2, evolved_state_2.qubits)
hamiltonian_2 = get_hamiltonian(nqubits=2, J=0.2, h=1.0, alpha=alpha)
single_step_evolution_gates_2 = PauliEvolutionGate(
hamiltonian_2, dt_2, synthesis=product_formula
)
evolved_state_2.append(single_step_evolution_gates_2, evolved_state_2.qubits)
evolved_state_2 = Statevector(evolved_state_2)
# Dictionary of probabilities
amplitudes_dict = evolved_state_2.probabilities_dict()
labels = list(amplitudes_dict.keys())
values = list(amplitudes_dict.values())
# Convert angle to degrees
alpha_str = f"$\\alpha={int(np.round(alpha * 180 / np.pi))}^\\circ$"
plt.bar(np.arange(4) + i * bar_width, values, bar_width, label=alpha_str, alpha=0.7)

plt.xticks(np.arange(4) + 2 * bar_width, labels)
plt.xlabel("Measurement")
plt.ylabel("Probability")
plt.suptitle(
f"Measurement probabilities at $t={final_time}$, for various field angles $\\alpha$\n"
f"Initial state: 10, Linear lattice of size $L=2$"
)
plt.legend()
<matplotlib.legend.Legend at 0x11c816590>

Output of the previous code cell

Kita telah menyiapkan sistem dengan kondisi awal berupa rangkaian spin \downarrow\uparrow, yang bersesuaian dengan ψ(0)=10\vert\psi(0)\rangle = \vert10\rangle. Setelah dibiarkan berevolusi selama t=1.6t=1.6 di bawah medan transversal (α=0\alpha=0^\circ), kita hampir pasti akan mengukur \uparrow\downarrow, yaitu terjadi pertukaran spin. (Perhatikan bahwa label dibaca dari kanan ke kiri). Jika medannya longitudinal (α=±90\alpha=\pm90^\circ), tidak akan ada evolusi, sehingga kita akan mengukur sistem persis seperti saat disiapkan, \downarrow\uparrow. Dengan sudut antara, pada α=±45\alpha=\pm45^\circ, kita bisa mengukur semua kombinasi dengan probabilitas berbeda, dan pertukaran spin menjadi yang paling mungkin dengan probabilitas 67%.

Membuat Circuit untuk eksperimen HW

circuit_list = []
for i, alpha in enumerate(alphas):
evolved_state_2 = QuantumCircuit(initial_circuit_2.num_qubits)
evolved_state_2.append(initial_circuit_2, evolved_state_2.qubits)
hamiltonian_2 = get_hamiltonian(nqubits=2, J=0.2, h=1.0, alpha=alpha)
single_step_evolution_gates_2 = PauliEvolutionGate(
hamiltonian_2, dt_2, synthesis=product_formula
)
evolved_state_2.append(single_step_evolution_gates_2, evolved_state_2.qubits)
evolved_state_2.measure_all()
circuit_list.append(evolved_state_2)

4.2 Langkah 2. Optimasi untuk perangkat keras target

Kita tentukan sebuah Backend.

service = QiskitRuntimeService()
backend = service.least_busy(operational=True, simulator=False)
backend.name
'ibm_strasbourg'

Kemudian kita transpilasikan Circuit untuk Backend yang dipilih.

pm = generate_preset_pass_manager(backend=backend, optimization_level=3)
circuit_isa = pm.run(circuit_list)

Lihat Circuit-nya.

circuit_isa[1].draw("mpl", idle_wires=False)

Output of the previous code cell

4.3 Langkah 3. Eksekusi dengan primitif Qiskit Runtime

Primitif Sampler (V2) dari Qiskit memberikan hitungan bitstring yang terukur.

sampler = SamplerV2(mode=backend)
job = sampler.run(circuit_isa)
job_id = job.job_id()
print("job id:", job_id)
job id: d13pswfmya70008ek070

Simpan hasilnya

results = job.result()

4.4 Langkah 4. Pasca-pemrosesan hasil

Buat histogram bitstring, yang bersesuaian dengan analisis fungsi gelombang, dan bandingkan dengan nilai ideal yang ditunjukkan di atas.

list_temp = ["00", "01", "10", "11"]

for i, alpha in enumerate(alphas):
# Dictionary of probabilities
amplitudes_dict = results[i].data.meas.get_counts()
values = []
for str_temp in list_temp:
values.append(
amplitudes_dict[str_temp] / 4096.0
) # divided by default number of shots
# Convert angle to degrees
alpha_str = f"$\\alpha={int(np.round(alpha * 180 / np.pi))}^\\circ$"
plt.bar(np.arange(4) + i * bar_width, values, bar_width, label=alpha_str, alpha=0.7)

plt.xticks(np.arange(4) + 2 * bar_width, labels)
plt.xlabel("Measurement")
plt.ylabel("Probabilities")
plt.suptitle(
f"Measurement probabilities at $t={final_time}$, for various field angles $\\alpha$\n"
f"Initial state: 10, Linear lattice of size $L=2$"
)
plt.legend()
<matplotlib.legend.Legend at 0x11d7af990>

Output of the previous code cell

Di sini kita menunjukkan contoh pembuatan Circuit menggunakan Suzuki–Trotter orde tinggi (orde keempat). Sekarang, coba buat simulasi Circuit dengan Suzuki–Trotter orde keempat mengikuti contoh-contoh di atas.

Suzuki–Trotter orde keempat dapat digunakan di Qiskit melalui kelas SuzukiTrotter. Orde keempat dapat dievaluasi menggunakan relasi rekursi berikut. Perhatikan bahwa orde Suzuki–Trotter dinotasikan sebagai "2k" dalam persamaan-persamaan berikut.

U^ST(2k)(t)=[U^ST(2k2)(pkt)]2U^ST(2k2)((14pk)t)[U^ST(2k2)(pkt)]2\hat{U}_{ST(2k)}\left(t\right) = \left[ \hat{U}_{ST(2k-2)}\left(p_k t\right) \right]^2 \hat{U}_{ST(2k-2)}\left( (1- 4 p_k) t\right)\left[ \hat{U}_{ST(2k-2)}\left(p_k t\right) \right]^2 pk=1/(4412k1)p_k = 1 / \left(4-4^{\frac{1}{2k-1}}\right)

Membuat Circuit untuk satu langkah waktu

Gunakan product_formula_st4 (SuzukiTrotter(order=4)) dan buat Circuit untuk satu langkah waktu menggunakan Suzuki–Trotter orde keempat. Selain itu, hitung jumlah Gate dan kedalaman Circuit, lalu bandingkan dengan Lie–Trotter dan Suzuki–Trotter orde kedua.

# Modify the line below (Use PauliEvolutionGate)
single_step_evolution_gates_st4 = PauliEvolutionGate(
hamiltonian, dt, synthesis=product_formula_st4
)
single_step_evolution_st4 = QuantumCircuit(n_qubits)
single_step_evolution_st4.append(
single_step_evolution_gates_st4, single_step_evolution_st4.qubits
)
# Let us print some stats
print(
f"""
Trotter step with second-order Suzuki-Trotter
-----------------------------
Depth: {single_step_evolution_st4.decompose(reps=3).depth()}
Gate count: {len(single_step_evolution_st4.decompose(reps=3))}
Nonlocal gate count: {single_step_evolution_st4.decompose(reps=3).num_nonlocal_gates()}
Gate breakdown: {", ".join([f"{k.upper()}: {v}" for k, v in single_step_evolution_st4.decompose(reps=3).count_ops().items()])}
"""
)
single_step_evolution_st4.decompose(reps=2).draw("mpl", fold=-1)
Trotter step with second-order Suzuki-Trotter
-----------------------------
Depth: 170
Gate count: 265
Nonlocal gate count: 100
Gate breakdown: U3: 115, CX: 100, U1: 50

Output of the previous code cell

# Check Qiskit version
import qiskit

qiskit.__version__
'2.0.2'
Source: IBM Quantum docs — updated 15 Jan 2026
English version on doQumentation — updated 7 Mei 2026
This translation based on the English version of approx. 27 Mar 2026